Kamis, 01 Desember 2011

CARA SETTING MAIN JET DAN PILOT JET KARBURATOR

Biasanya kita nggak puas dengan setingan mesin, jika motor kita suah dikorekmaka main-jet dan pilot-jet karburator perlu diseting ulang.
Setingannya tergantung pada korekan motor masing-masing, yang penting bedakan rasa tarikan motor di mesin.
Lakukan penyetelan gas dan angin secara tepat. Jika motor dicoba digeber/gasfull terus tarikannya kurang maka setelan main jet kurang pas. Coba naikan setelan 5 angka dulu. Setelah itu, coba tarik gas lagi. Jika pada tarikan gas yang tinggi masih ada jeda pada pasokan bensin/masih mberebet, berarti main-jet masih kurang juga. Bisa naikan satu step lagi, atau jadi 7 atau 7,5 angka. Biasanya, untuk korekan harian kenaikan itu sudah cukup tinggi.
Sebaliknya, jika saat digas malah terasa mbrebet di putaran atas. Itu artinya, kenaikan main-jet yang dilakukan terlalu besar dan harus diturunin. Selain mbrebet, setelan main kegedean juga berdampak bensin boros. Bensin terbuang dan nggak terbakar maksimal. Bisa dilihat di busi. Kalau cepat sekali hitam, berarti setelan main jet terlalu besar, ciri-ciri kondisi dapat dilihat pada tema busi.
Sementara untuk setelan pilot-jet karburator, coba hal ini. Nyalakan motor, jika motor susah hidup setelah dilakukan penyetelan atau bisa hidup tapi pada putaran bawah tampak seperti ada jeda/kosongnya tarikan seperti bensin enggak jalan. Itu artinya pilot-jet nggak pas, perlu dinaikan.
Cara menaikan juga bertahap. Sama seperti kenaikan main-jet, coba dinaikan 5 angka dulu, jika msih kurang bisa dinaikan satu step lagi antara 5 sampai 7,5 angka. Tentu saja, tergantung karakter mesin msing-masing dan jenis karburator. Tapi biasanya setingan pilot dan main-jet karburator nggak sampai 10.
Di dalam karburator, selain ada pelampung dan jarumnya, juga terdapat part yang namanya pilot dan main jet.Secara fungsi, baik main jet maupun pilot jet merupakan part jeroan yang dipakai untuk mendukung tugas utama dari karbu,

PENASARAN DENGAN ULASAN NYA
,,neh langsung aja baca artikel berikut ini ya...


Saat mesin mulai distarter dan hidup, suplai bahan bakarnya dialirkan melalui pilot jet. “Sampai putaran mesin menengah, pasokan bahan bakar masih mengandalkan part itu. Boleh dibilang juga, bahwa onderdil ini membantu motor untuk berakselerasi pada putaran mesin bawah sampai menengah,”
Makanya, tak jarang untuk mendapatkan besutan yang galak di putaran mesin bawah, ukuran pilot jet diseting ulang. Tapi bagaimana menentukan bahwa ukuran pilot jetnya sudah pas?

“Gampang. Setelah pilot jet bawaan motor diganti ukurannya dan motor digeber, coba lihat sisa pembakaran di ujung busi. Bila berwarna putih, tandanya suplai bahan bakar terlalu miskin,”


Itu kalau ukurannya kekecilan, nah bila terlalu besar maka akan terlihat saat grip gas dipelintir spontan. Di sini mesin motor tak bisa langsung meraung di putaran rendah sesaat setelah grip gas dibuka.

Namun setelah putaran mesinnya mulai sesuai dengan suplai bahan bakar, maka mesin akan normal kembali. “Itu terjadi karena pada rpm rendah, suplai bahan bakar terlalu banyak,” terang mekanik bertubuh subur ini.



MAIN JET
Juga dipakai sebagai part pendukung karbu untuk mensuplai bahan bakar ke ruang bakar. Walau fungsinya sama, namun main jet akan bekerja mengalirkan bahan bakar saat putaran mesin sudah ada di tengah sampai atas.

Saat mengaplikasi knalpot aftermarket untuk mendongkrak stamina, biasanya mekanik menyarankan untuk ganti ukuran main jet. “Tentu itu untuk bisa mendapat suplai bahan bakar yang pas, saat rpm mulai main di putaran mesin tengah sampai atas,...

Nah untuk mendapatkan ukuran yang pas, perlu perhatikan tanda-tandanya. Bila kelar ganti main jet dan saat motor digeber cepat menjerit, maka dipastikan ukuran main jet kekecilan. “Tentu hal itu membuat motor larinya jadi tak bisa maksimal,
Sebaliknya, bila ukuran main jet terlalu besar maka akibatnya mesin akan brebet di putaran atas. Tentu hal tersebut karena suplai bahan bakar yang terlalu berlebih.

jenis karburator

PE mulai dari 24-38
PE 24
PE 28
PE 38
Karakteristik karbu PE
Karbu PE Punya karakter tarikan atas oke.
Namun putaran bawah agak sulit didapat. Bila
ingin tarikan bawah dapat, kompresi harus
dibikin lebih padat.
karbu ini menjadi pilihan terutama karbu pe 28
yang di kenal dgn karbu nsr.
Karbu PE 24 daytona
Karbu PJ series
Krakteristik karbu PJ
Karburator ini memiliki skep berbentuk oval.
Sangat cocok untuk yang menginginkan top
speed.
_________________________________________________________
___________
Karbu PWK 28-41 pro series
PWK 28 biasa
PWK 28 sudco
PWK 35 air stiker (sudco)
PWK 41 pro series
Karakteristik karbu PWK
Keihin PWK, tipe ini paling spesial.
Lantaran untuk tarikan bawah dan
atas seting karbu mudah didapat.
Tapi untuk main-jetnya tidak sama,
dimensi lebih panjang.
_________________________________________________________
___________
FCR series
FCR Downdraf
FCR vertical yang tersedia 28 ,
33, 35
Karakteristik karbu FCR
Karbu ini direkomendasikan untuk road race,
FCR Horisontal digunakan utk mesin tegak, FCR
Downdraft digunakan untuk mesin tidur.
_________________________________________
________________
Karbu Mikuni (TM)
tersedia dari ukuran 24-39 (TM)
Karakteristik karbu Mikuni TM
karbu dengan skep kotak ini memberikan
performa yang luar biasa dibandingkan dan skep
yg bulat, ini dikarenakan udara yang masuk lebih
lancar dan lebih cepat.
_________________________________________________________
___________
Karbu Mikuni (TMX) skep oval
mirip PWK
tersedia ukuran 35,38
TMX 35 SUDCO
TMX 38 special set completed
with selenoid SUDCO
Karakteristik TMX
Mikuni seri TMX memiliki skep berbentuk
setengah lingkaran, yang memiliki kelebihan
yaitu meningkatkan akselerasi dan powerband
yang merata disemua rpm. Cocok utk balapan
road race dan harian.

tune up karburator

TuneUp karburator Motor

Karburator merupakan elemen yang sangat vital bagi kendaraan anda. Jika perawatanny tidak baik, maka besar kemungkinan kendaraan anda akan ‘rewel’ saat anda kendaraai. Berikut ini adalah tips – tips yang dapat anda pergunakan untuk merawat karburator kendaraan anda.
  • Membersihkan filter udara atau penampung debu. Lepaskan filter udara yang terpasang pada mulut karburator, lepas busa filter lalu bersihkan dengan cairan pembersih lalu biarkan kering sendiri. Jangan dibersihkan dengan cara disemprot udara bertekanan tinggi karena dapat menyebabkan rusaknya pori-pori busa filter tersebut.2. Membersihkan karburator. Bukalah karburator dengan cara melepas baut-baut pengikat, tutup karburator, katup cuk (choke) dan kran bensin. Gunakan kunci yang sesuai agar alat-alat tersebut tidak gampang dol. Lepas komponen-komponen karburator lalu tempatkan dalam wadah yang berisi cairan pembersih, agar mudah gunakan saja cairannya bensin.
Lepas mangkok karburator, pelampung dan jarum pelampung, main jet, pilot jet dan yang lainnya. Hati-hati terhadap parts yang kecil-kecil dan seal atau karet pelindung. Sebaiknya anda tempatkan dalam wadah yang mudah terlihat agar pada saat pemasangan tidak bingung mencarinya.
Jika sudah terlepas semuanya maka bersihkan karburator dengan kuas, lalu semprot lubang-lubangnya dengan udara bertekanan tinggi. Gunakan amplas halus untuk membersihkan kotoran pada spuyer-spuyer. Jangan terlalu banyak mengamplasnya karena dapat menyebabkan perubahaan ukuran diameter spuyer.
Setelah bersih, pasang kembali spuyer-spuyer tersebut. Gunakan obeng spuyer dan pengecangannya jangan terlalu keras, cukup gunakan dua jari pada ujung obeng.
  • Menyetel tinggi pelampung. Sebelum dipasang komponen-komponen karburator sebaiknya anda jangan lupa untuk mengatur tinggi pelampung bensin dengan menggunakan jangka sorong atau stigmat.
  • 3. Merakit karburator. Pasanglah kembali bagian-bagian karburator yang tadi dilepas. Rakit karburator dan filter udara dengan dipasangkan kembali pada lubang mesin. Lalu setel kondisi langsam motor pada keadaan mesin hidup. Setel spuyer angin-angin dengan cara memutar searah jarum jam hingga mentok lalu putar balik beberapa putaran sesuai dengan standar mesin atau kondisi mesin motor anda.
Anda juga harus menyetel baut penyetel langsam yang terletak di pinggir badan karburator. Setel pada keadaan panas mesin yang ideal. Setelan putaran mesin jangan terlalu rendah atau pelan karena akan membuat oli tidak dapat naik karena tidak terpompa akibat rendahnya putaran mesin.

tune up karburator

Karburator adalah bagian yang paling banyak dituning, diganti dan sebagainya, selain bagian lain seperti CDI, gear, busi dll. Apa sih yang menyebabkan bagian ini sering disetting / dituning bahkan diganti.. terutama bagi kalangan speed freak …???
Karburator adalah suatu bagian dimana terdapat suatu proses pencampuran udara dan bensin sebelum masuk ke internal combustion. Karburator ini ditemukan pada tahun 1893 oleh Scientist asal Hongaria yaitu Donat Banki dan Janos Csonka. karburator bekerja berdasarkan prinsip Bernoulli, yaitu aliran udara akan melewati lobang (disebut lobang venturi.. bukan lobang lain yah..). Semakin banyak udara masuk ke karburator, maka tekanannya akan menurun kemudian, akan menciptakan tekanan yang rendah atau vacum di venturi. Dan ketika throttle valves terbuka, maka bensin akan masuk ke karburator melalui berbagai jets.  Selanjutnya bensin dan udara akan bercampur. Terus, bagaimana kaitannya dengan main jet / pilot jet dan sebagainya…
    Urutannya sebagai berikut,
  1. Sewaktu throttle valve terbuka 0% – 30%, maka idle jet yang akan bekerja
  2. Throttle valve terbuka 15% – 60%, maka needle jet yang akan bekerja
  3. Jet needle akan bekerja apabila throttle valves terbuka 20% – 80%.
  4. Sedangkan main jet akan bekerja, apabila 60% – 100% throttle valve terbuka.
Kalau ada yang ganti misalnya main jet dari 100 ke 120, berarti sewaktu throttle valve terbuka 60% – 100%, maka jet ini akan bekerja. Dan karena ukurannya lebih besar, maka bensinpun juga nyentor jalannya… dan itu akan meningkatkan performance motor… tapi, apa semudah itu.. ?? Nggak juga, asupan bensin harus diimbangin dengan udara… makanya kalau ngerubah jet dgn ukuran yang signifikan besarnya, maka ukuran karburator pun kudu berubah. Dan setting karburator itu harus benar-benar pas… kalo nggak perpindahan jet dari satu ke yang lainnya… nggak halus.. bisa menjadi brebet… ngeledak-ledak … begitu.
karburator standard sebenernya udah dipikirin ama pabrik (asumsinya pabrik motornya bener.. nggak gelo..), dan akan berjalan dengan smooth.. ngerubah ukuran pilot / main jet boleh-boleh saja.. tapi disarankan jangan terlalu gede… apalagi kalau udah ngerubah ukuran karburator.. kudu disetting ulang… Pilih montir yang ahli.. kalau nggak bakalan muncul keluhan… tarikan bawah enak.. tarikan atas nggak enak.. atau sebaliknya…
Dan karburator bukan salah satu komponen saja untuk meningkatkan performance motor, masih ada terkait dengan pengapian.. (disini CDI dan busi sangat berperan), dan gear ratio (gear depan atau belakang yg berpengaruh..), sistem pembuangan (exhaust system, apakah restricted atau nggak..) dan juga udara.. yang masuk ke karburator.